Onebetasia – Liverpool VS West Ham kembali menunjukkan kualitasnya di depan publik Anfield setelah meraih kemenangan meyakinkan 5-2 atas West Ham United F.C. pada pekan ke-28 Premier League, Sabtu (28/2/2026). Kemenangan ini tidak hanya menghidupkan kembali ambisi The Reds untuk finis di empat besar, tetapi juga memperlihatkan respons cepat tim setelah mendapat kritik keras pada laga sebelumnya.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Anfield, Liverpool tampil agresif sejak menit pertama. Pasukan Arne Slot langsung menekan pertahanan West Ham dengan tempo tinggi dan kombinasi serangan cepat dari berbagai sisi lapangan.
Selain meraih tiga poin penting, kemenangan ini juga membawa Liverpool kembali merangsek ke lima besar klasemen sementara. Di sisi lain, West Ham justru semakin terperosok ke papan bawah dan menghadapi tekanan besar dalam perburuan menghindari degradasi.
Lebih dari sekadar kemenangan, laga ini juga menjadi pembuktian karakter Liverpool. Sepekan sebelumnya, Slot menyebut performa timnya saat bertandang ke markas Nottingham Forest F.C. sebagai penampilan terburuk musim ini. Namun di Anfield, Liverpool langsung membalas kritik tersebut dengan permainan tajam, efisien, dan penuh determinasi.
Berikut lima hal penting yang menjadi kunci kemenangan besar Liverpool atas West Ham.
Liverpool VS West Ham: Start Kilat Liverpool
Liverpool memulai pertandingan dengan intensitas tinggi. Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah langsung menekan pertahanan West Ham tanpa memberi ruang bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil cepat. Striker muda Hugo Ekitike membuka keunggulan Liverpool setelah memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti. Ia melepaskan tembakan yang sempat mengenai bek West Ham, Konstantinos Mavropanos, sehingga arah bola berubah dan mengecoh kiper lawan.
Gol cepat ini langsung menghidupkan atmosfer stadion. Ribuan pendukung Liverpool di Anfield bersorak keras, sementara para pemain West Ham terlihat kesulitan mengatasi tekanan yang terus datang.
Momentum itu membuat Liverpool semakin percaya diri. Mereka terus menggempur lini belakang West Ham dengan pergerakan cepat dari lini tengah hingga sayap. Sebaliknya, West Ham justru terlihat gugup dan beberapa kali melakukan kesalahan dalam membangun serangan dari belakang.
Liverpool VS West Ham: Virgil van Dijk Kembali Tajam di Depan Gawang
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, kembali menunjukkan perannya yang semakin berbahaya dalam situasi bola mati. Bek asal Belanda tersebut sukses menggandakan keunggulan Liverpool melalui sundulan keras setelah memanfaatkan skema sepak pojok.
Gol tersebut menegaskan betapa dominannya Van Dijk di udara. Ia berhasil memenangkan duel dengan para bek West Ham dan mengarahkan bola ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan penjaga gawang.
Menariknya, ini merupakan gol ketiga Van Dijk dalam enam pertandingan terakhir di Premier League. Catatan tersebut tentu sangat impresif untuk seorang bek tengah.
Sempat terjadi pengecekan melalui VAR karena dugaan posisi offside Joe Gomez yang berada di dekat kiper. Namun setelah pemeriksaan selesai, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Keputusan itu semakin membuat Liverpool berada di atas angin dan memaksa West Ham bermain lebih terbuka.
Liverpool VS West Ham: Kelemahan Bola Mati Kembali Menghantui West Ham
Masalah klasik kembali menghantui West Ham: pertahanan yang rapuh saat menghadapi bola mati. Liverpool kembali memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol ketiga.
Kali ini, umpan akurat dari Mohamed Salah memicu rangkaian serangan cepat di dalam kotak penalti. Bola kemudian jatuh ke kaki Alexis Mac Allister yang langsung melepaskan sepakan voli keras ke gawang.
Gol tersebut memperlihatkan koordinasi buruk lini pertahanan West Ham. Para pemain bertahan gagal mengantisipasi pergerakan pemain Liverpool yang terus mencari ruang.
Meski tertinggal cukup jauh, West Ham sebenarnya sempat memberikan respons. Gelandang tangguh Tomas Soucek berhasil memperkecil ketertinggalan tak lama setelah babak kedua dimulai.
Namun harapan kebangkitan itu tidak bertahan lama. Lini belakang West Ham kembali melakukan kesalahan yang membuat Liverpool mampu menciptakan peluang demi peluang.
Cody Gakpo Akhiri Puasa Gol Panjang
Penyerang asal Belanda, Cody Gakpo, akhirnya berhasil mengakhiri paceklik golnya di liga. Sebelumnya, ia telah melewati delapan pertandingan tanpa mencetak gol, sebuah periode yang cukup sulit bagi pemain depan.
Namun dalam laga ini, Gakpo tampil percaya diri. Ia menerima umpan dari Ekitike sebelum melewati bek kanan West Ham, Aaron Wan-Bissaka.
Setelah menciptakan ruang tembak, Gakpo melepaskan tembakan akurat yang mengarah ke sudut gawang. Bola meluncur mulus tanpa mampu dijangkau kiper.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi Gakpo. Selain mengembalikan kepercayaan dirinya, gol itu juga membantu Liverpool menjaga momentum serangan.
West Ham sempat mencetak gol kedua melalui penyerang mereka, Valentin Castellanos. Namun Liverpool tetap tampil dominan dan tidak membiarkan lawannya bangkit.
Petaka West Ham akhirnya lengkap ketika bek mereka, Axel Disasi, mencetak gol bunuh diri yang memastikan kemenangan Liverpool dengan skor telak 5-2.
Tekanan Besar Menghantui West Ham
Kekalahan di Anfield semakin memperburuk situasi West Ham di klasemen. Tim asuhan Nuno EspĂrito Santo kini semakin terancam terjerumus ke zona degradasi.
Dalam tujuh pertandingan terakhir liga, West Ham memang masih mencatatkan beberapa hasil positif. Namun mereka kini menjalani tiga pertandingan tanpa kemenangan, situasi yang jelas meningkatkan tekanan pada tim.
Masalah terbesar West Ham terlihat pada lini pertahanan. Mereka kerap melakukan kesalahan elementer yang langsung dimanfaatkan lawan.
Selain itu, jadwal pertandingan yang menanti mereka juga tidak mudah. Setelah laga ini, West Ham harus bertandang ke markas Fulham F.C.. Setelah itu mereka akan menghadapi tantangan berat saat menjamu Manchester City F.C..
Di tengah jadwal padat tersebut, West Ham juga masih harus menjalani pertandingan FA Cup melawan Brentford F.C..
Jika tidak segera memperbaiki performa, tekanan terhadap tim dan pelatih bisa semakin besar.
Liverpool Kembali Percaya Diri dalam Perburuan Liga Champions
Kemenangan besar ini menjadi suntikan moral yang sangat penting bagi Liverpool. Selain menunjukkan ketajaman lini serang, tim juga memperlihatkan kemampuan bangkit setelah mendapat kritik tajam.
Kini Liverpool kembali menjaga peluang untuk finis di empat besar Premier League dan mengamankan tiket ke UEFA Champions League musim depan.
Dengan performa seperti yang ditunjukkan di Anfield, Liverpool jelas masih menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan papan atas.
Jika konsistensi ini terus terjaga, The Reds bukan hanya berpeluang masuk empat besar, tetapi juga bisa menjadi ancaman serius bagi tim-tim besar lainnya di sisa musim.
