Onebetasia – Hasil Marseille vs Liverpool pada matchday ke-7 Liga Champions 2025/2026 berakhir dengan kemenangan meyakinkan tim tamu. Bermain di Stade Velodrome, Kamis (22/1/2026) WIB, Liverpool sukses membungkam Marseille dengan skor telak 3-0. Dominik Szoboszlai membuka keunggulan di akhir babak pertama, sebelum gol bunuh diri Geronimo Rulli dan penyelesaian dingin Cody Gakpo mengunci kemenangan The Reds.
Kemenangan ini bukan hanya penting dari sisi skor, tetapi juga menunjukkan kematangan permainan Liverpool di tengah tekanan atmosfer Velodrome yang terkenal intimidatif. Dengan tambahan tiga poin, Liverpool kini mengoleksi 15 poin dan tetap bertahan di peringkat keempat fase liga, menjaga peluang lolos otomatis ke babak selanjutnya. Sebaliknya, Marseille harus puas tertahan di posisi ke-19 dengan sembilan poin, membuat jalan mereka kian terjal.
Marseille vs Liverpool: Atmosfer Velodrome Membara, Liverpool Tetap Tenang
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Marseille langsung mencoba memanfaatkan dukungan penuh publik tuan rumah. Intensitas tinggi dan tekanan cepat menjadi senjata utama Les Phocéens untuk mengganggu ritme permainan Liverpool.
Namun, Liverpool tidak terpancing. Tim asuhan Jurgen Klopp tampil disiplin dalam menjaga jarak antarlini dan fokus menguasai ruang. Pendekatan ini membuat Marseille memang lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih.
Peluang berbahaya pertama justru datang dari Marseille melalui skema umpan rendah dari sisi kiri. Bola hampir menemui penyelesaian akhir di dalam kotak penalti, tetapi Alisson Becker dengan cepat membaca arah bola dan memotong peluang tersebut.
Liverpool kemudian mulai merespons dengan tekanan bertahap, terutama melalui situasi bola mati dan pergerakan dinamis lini tengah.
Gol Ekitike Dianulir, Tekanan Liverpool Meningkat
Pada menit ke-23, Liverpool sempat bersorak setelah Hugo Ekitike menjebol gawang Marseille. Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside. Meski tak sah, momen ini menjadi titik balik dominasi Liverpool.
Alexis Mac Allister dan Mohamed Salah mulai lebih sering mengancam dari sisi kanan, sementara Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong aktif mengeksplorasi half-space untuk membuka celah pertahanan Marseille. Lini belakang tuan rumah memang masih cukup disiplin, tetapi tekanan Liverpool terus meningkat.
Menjelang akhir babak pertama, sebuah pelanggaran di depan kotak penalti Marseille memberi Liverpool peluang emas melalui tendangan bebas. VAR sempat meninjau fase sebelum pelanggaran, namun keputusan wasit tetap mengesahkan free-kick.
Marseille vs Liverpool: Tendangan Bebas Szoboszlai Pecah Kebuntuan
Gol yang ditunggu akhirnya tercipta pada menit 45+1. Dominik Szoboszlai maju sebagai eksekutor tendangan bebas dan melepaskan tembakan rendah yang meluncur menembus kolong pagar hidup. Geronimo Rulli terlambat bereaksi, dan bola bersarang di gawang Marseille.
Gol ini menjadi pukulan telak bagi tuan rumah yang tampil agresif sepanjang babak pertama. Liverpool pun menutup paruh pertama laga dengan keunggulan 1-0, sebuah hasil yang mencerminkan efektivitas mereka di tengah tekanan.
Marseille Menggila di Awal Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Marseille meningkatkan intensitas permainan. Mason Greenwood dan Amine Gouiri menjadi motor serangan dengan sejumlah penetrasi berbahaya. Salah satu tembakan jarak jauh Greenwood memaksa Alisson melakukan penyelamatan krusial.
Meski ditekan, Liverpool tidak kehilangan organisasi. Mereka tetap sabar membangun serangan dan mulai menemukan ruang ketika tempo Marseille sedikit menurun. Pada menit ke-59, Ekitike hampir menggandakan keunggulan Liverpool, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang.
Pergantian pemain pun dilakukan kedua tim. Marseille memasukkan Pierre-Emerick Aubameyang dan Igor Paixao untuk menambah daya gedor, sementara Liverpool merespons dengan rotasi di lini tengah dan depan demi menjaga keseimbangan.
Gol Bunuh Diri Rulli Jadi Titik Balik
Momen krusial hadir pada menit ke-72. Jeremie Frimpong melakukan tusukan agresif dari sudut sempit sisi kanan. Bola hasil sepakannya mengenai tubuh Geronimo Rulli dan berbelok masuk ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri tersebut membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk Liverpool dan praktis mematahkan semangat Marseille. Upaya tuan rumah untuk bangkit semakin sulit menghadapi organisasi bertahan Liverpool yang tampil solid dan disiplin.
Gakpo Tutup Laga, Liverpool Menang Meyakinkan
Marseille tetap mencoba mencari gol balasan, tetapi setiap peluang mereka teredam oleh blok tepat waktu dan penguasaan area yang rapi dari lini belakang Liverpool. Virgil van Dijk dan Joe Gomez tampil tenang dalam mengawal pertahanan.
Di masa tambahan waktu, Liverpool memastikan kemenangan mereka. Ryan Gravenberch mengirim umpan terobosan matang ke dalam kotak penalti, yang disambut Cody Gakpo dengan penyelesaian akurat ke sudut kanan bawah gawang. Gol pada menit 90+3 ini menutup laga dengan skor akhir 3-0 untuk Liverpool.
Statistik Marseille vs Liverpool
Secara statistik, Marseille memang unggul dalam penguasaan bola dan jumlah operan, tetapi Liverpool tampil jauh lebih efektif:
- Tembakan: 15 – 11
- Tembakan tepat sasaran: 4 – 3
- Penguasaan bola: 58% – 42%
- Operan: 514 – 355
- Akurasi operan: 90% – 86%
- Pelanggaran: 7 – 12
- Kartu kuning: 1 – 0
- Offside: 3 – 3
- Tendangan sudut: 7 – 4
Statistik ini menegaskan bahwa Liverpool tidak membutuhkan dominasi bola untuk mengontrol jalannya pertandingan.
Susunan Pemain Marseille vs Liverpool
Marseille (4-4-2):
Geronimo Rulli; Amir Murillo, Benjamin Pavard, Leonardo Balerdi, Facundo Medina; Timothy Weah, Pierre-Emile Hojbjerg, Geoffrey Kondogbia, Hamed Traore; Amine Gouiri, Mason Greenwood.
Liverpool (4-2-3-1):
Alisson Becker; Jeremie Frimpong, Joe Gomez, Virgil van Dijk, Milos Kerkez; Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister; Mohamed Salah, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz; Hugo Ekitike.
Kesimpulan: Liverpool Tunjukkan Mental Tim Besar
Hasil Marseille vs Liverpool ini menjadi bukti bahwa The Reds memiliki mentalitas kuat di panggung Eropa. Tampil tenang di bawah tekanan, efektif dalam memanfaatkan peluang, dan solid dalam bertahan, Liverpool layak membawa pulang kemenangan telak dari Velodrome.
Dengan performa seperti ini, Liverpool semakin percaya diri menatap laga-laga penentuan di fase liga Liga Champions 2025/2026. Marseille, di sisi lain, harus segera berbenah jika ingin menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
